Tentang The Empire Strikes First: Cara Baru Menikmati Punk - Three On Speed Tentang The Empire Strikes First: Cara Baru Menikmati Punk - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, October 16, 2012

    Tentang The Empire Strikes First: Cara Baru Menikmati Punk

    Oleh: Argo Selig Saputro



    I am a huge fan of Bad Religion. Entah sudah berapa kali judul lagu dari NOFX tersebut saya lontarkan ke banyak orang. Meskipun kadangkala saya merasa gagal sebagai fans lantaran tidak menyaksikan konser mereka setahun silam dikarenakan biaya tiket yang tidak terjangkau untuk ukuran mahasiswa seperti saya. Dan alasan itu pula yang membuat saya batal menonton Morrissey.
                
    Tapi tulisan ini dibuat bukan sebagai lampiasan kekecewaan saya karena tidak menonton mereka, melainkan sebagai bentuk kekaguman saya atas karya-karya mereka. Tidak berlebihan rasanya kalau saya ‘memberhalakan’ mereka. Menelurkan 15 album sepanjang karirnya dengan total penjualan lebih dari 5 juta keping di seluruh dunia membuktikan betapa saktinya mereka. Satu hal yang patut dicatat semua itu dilakukan secara independen. Band ini tidak hanya produktif tapi juga jaminan mutu.

    Sang frontman, Greg Graffin adalah jenius nomor satu. Lirik-liriknya yang tajam dan puitis dalam menyoroti masalah sosial, politik, dan agama merupakan bukti yang sahih. Hal itu tak lepas dari latar belakang pendidikannya yang tinggi hinnga menyandang gelar Ph.D di bidang zoology. Juga dari segi musikalitas, Bad Religion adalah yang terbaik di zamannya.

    Saya tidak akan menulis panjang lebar biografi Bad Religion di sini. Hal itu pasti sudah banyak dilakukan oleh jurnalis-jurnalis musik di luar sana. Menulisnya kembali dari sudut pandang penggemar jelas akan sia-sia. Melakukan hal tersebut sama halnya dengan membuat acara tribute sebuah band yang sama setiap bulannya. Yang akan saya tulis di sini adalah tentang The Empire Strike First, salah satu mahakarya Bad Religion yang mengajarkan saya cara baru menikmati punk yang sesungguhnya.

    Saya pertama mendengar album ini sekitar kelas 2 SMA, saat tengah berkunjung ke rumah salah satu kawan untuk mendiskusikan materi lagu baru. Saat itu saya melihat kaset tape The Empire Strike First tepat di samping gitar miliknya. Tanpa pikir panjang saya langsung mengamankannya. Berikutnya mudah ditebak, album ini sukses mendoktrin dan mengontrol isi kepala saya. Waktu itu saya memang masih tergolong bocah untuk mengenal punk dan Bad Religion, namun saya tahu bahwa album dengan distorsi yang tebal dan cepat serta koor yang harmonis di setiap lagu adalah hal yang tidak biasa.

     Di album ini Bad Religion masih dengan tajam mengkritisi isu sosial politik. Duet Greg Graffin dan Brett Gurewitz terbukti masih sangat berbahaya dalam serangan-serangan sarkastiknya, seperti yang tertuang dalam lagu berjudul sama dengan album itu sendiri, The Empire Strike First. Greg Graffin juga masih setia mengkritisi isu agama seperti dalam lagu Live Again - The Fall Of Man, God's Love dan Atheist Peace.  

    Salah satu alasan saya menyukai band yang terbentuk tahun 1979 ini adalah kemampuan mereka dalam membuat lagu-lagu yang anthemic dengan riff-riff gitar cepat dan enak didengar, seperti yang tertuang dalam lagu Live Again - The Fall Of Man. Vokal yang harmonis dengan iringan koor diselingi part gitar beraroma country punk. Juga lagu Los Angeles Is Burning yang mengkritisi media massa. Saya yakin lagu ini cukup seksi untuk memaksa bibir anda menari mengikuti setiap liriknya. Tak ketinggalan lagu Let Them Eat War yang secara mengejutkan meleburkan nuansa hip-hop ke dalamnya. Lagu yang mengangkat isu tentang dampak sosial dari agama, kemiskinan, dan perang ini juga terdapat dalam kompilasi Rock Against Bush Volume 2.

    Kekuatan musikalitas serta riff-riff gitar yang cemerlang tak lepas dari andil ketiga gitarisnya yang memang sudah cukup berpengalaman di scene punk itu sendiri. Brett Gurewit, yang juga pemilik Epitaph Records, sarat pengalaman memproduseri band-band punk ternama yang berada di dalam label miliknya seperti NOFX, Rancid, No Use For a Name hingga The Offspring. Begitu juga Brian Baker yang mantan gitaris band hardcore ‘80an Minor Threat, serta Greg Hetson yang pernah bergabung dalam band hardcore ternama di akhir ‘70an Circle Jerks. Jangan lupakan juga setiap bass line yang bertenaga dan catchy muncul berkat sang bassist Jay Bentley. Kolaborasi mereka berlima selalu menghasilkan nuansa punk yang unik dan berbeda, membuat saya mencintai dan memutuskan menjadi kolektor atas setiap karyanya.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tentang The Empire Strikes First: Cara Baru Menikmati Punk Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top