Handryo Persa, Dari Summer Sonic Sampai Ke Almarhum Gesang - Three On Speed Handryo Persa, Dari Summer Sonic Sampai Ke Almarhum Gesang - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, December 24, 2012

    Handryo Persa, Dari Summer Sonic Sampai Ke Almarhum Gesang



    Drummer dari grup musik Private Number, Handryo Persa, secara tidak sengaja memiliki persamaan dengan Axl Rose frontman dari  band heavy metal, Guns N’ Roses. Keduanya memiliki postur tubuh tinggi besar, sama-sama personil asli yang tersisa dari kelompoknya dan sama-sama motor dari kedua band tersebut.
    Konsistensi Bengkak (sapaan akrab Handryo Persa) dalam membangun serta mempertahankan band pop punk, Private Number perlu di apresiasi. berubah-ubah nama personil yang mengisi line up dalam lebih dari 5 tahun terakhir, belum lagi konflik yang biasa mendera grup musik tidak menyuruti hasrat bermusik pria yang juga tercatat sebagai mahasiswa Universtitas Tarumanegara ini. 
    Private Number sendiri terbentuk sejak 9 Juni 2007 berawal dari keisengannya saat awal duduk di bangku SMA. Dalam sebuah sesi tanya-jawab dengan TOS Webzine, Handryo bercerita tentang private Number. Berikut rangkuman sesi tanya jawab tersebut.

      Apa yang sedang di garap Private Number? single? EP atau bahkan album?
                 Untuk sekarang kita masih mengerjakan full album perdana kita, kita namakan album pertama kita ini New Step For Being Better, pengerjaanya sejauh ini sudah 60% tinggal tahap penyelesaian beberapa lagu dan revisi packaging. Kami mohon doanya ya.

                Untuk label kalian bekerjasama dengan siapa?
                Sejauh ini kita tidak terikat label major maupun indie semua serba dikerjakan sendiri mulai dari garap lagu, recording sampai dengan packaging. Tapi kedepannya kita bisa saja bekerjasama dengan label indie untuk masalah distribusi.

                Private Number diisi oleh muka-muka baru, lalu bagaimana kontribusi mantan personil terkait  New Step For Being Better?
                Kontribusi secara angsung tidak ada, Cuma di album ini kita pakai beberapa materi lama yang diaransemen uang yang tentunya itu juga jerih payah mereka (personil lama). Selain itu pastinya dukungan moril yang selalu ada, bagaimana pun yg dilepas hanya statusnya tapi tetap, mereka semua itu ‘keluarga’ Private Number.

                Menurut lo sendiri pengalaman paling berkesan tampil dimana sih?
                Semua stage intinya penuh kesan menyenangkan, dari jauh jauh hari kita sudah ditanamkan sih seandaikan hari ini tampil itu bakal nentuin nasib kita kedepannya jadi berasa setiap stage itu benar benar jadi tanggung jawab banget. Kalo lebih khususnya sih di Tangerang, soalnya itu memang homebase buat Private Number, tapi kalo disuruh untuk memilih, Jackloth kemarin juga lumayan buat gue kaget, karena posisinya anak-anak sekolah masih ujian tapi enggak nyangka aja. Teman-teman banyak yang datang sampe ada Kring Squad (fanbase) dari Salatiga, Jawa Tengah, ada yang datang kemarin.
               
                Menurut lo, prestasi terbesar selama Private Number terbentuk apa?
    Private Number bisa berdiri dan tegak sampai sekarang dari hal yg gatau jadi tau dari bodoh sekali jadi enggak bodoh bodoh amat itu prestasinya [tertawa], menurut gue hal itu lebih sulit ketimbang merebut piala apapun.

                Sebagai motor dari band ini. Eksistensi PN ada di tangan lo. hal apa yang buat lo kesal atau bete sama Private Number?
                Motor band? enggak juga ah, semua ada lini lininya masing masing. dari sebuah band rasa jenuh itu pasti ada. Lebih pada kewajiban sih lelahnya dan capeknya menyadarkan mereka untuk memaksimalkan potensi yg ada terkadang ada yangg cuek akan hal itu dan kita sebagai teman satu band wajib membantu bangun itu.

    Foto : Handryo Persa
                Pengalaman satu stage bareng siapa yang menurut lo paling berkesan?
                Banyak banget cuma sih paling seru kita dikasih ijin langsung bawain “Laskar Pelangi” dari band aslinya langsung dan mereka minta kita buat videonya. Itu berkesan banget buat gue.

                Kalo acara internasional yang pengen banget lo main di sana acara apa dan berharap satu stage sama artis internasional siapa tuh?
    Acara internasional pengennya sih main di Vans Warped Tour dan Summer Sonic. Gue pengen banget main di AS sama Jepang [tertawa]. Kalo artis atau band luar negeri gue pengen datu stage sama No Use For A Name, New Found Glory, Motion City Soundtrack dan Green Day [tertawa].

    Yang menjadi panutan dalam bermusik lo siapa sih? 
    Kalau gue sendiri untuk band Blink 182 dan Weezer. Kalau untuk individunya gue suka Travis Barker, feel drumnya gue suka sama biasalah angan-angan waktu jadi ababil kenal punk [tertawa]. Selain Travis gue juga suka sama Alm. Gesang, menurut gue beliau keren. Beliau punya karya kelas internasional itu luar biasa buat gue. 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Handryo Persa, Dari Summer Sonic Sampai Ke Almarhum Gesang Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top