Keragaman Warna di Peluncuran Album “Frekuensi Perangkap Tikus” - Three On Speed Keragaman Warna di Peluncuran Album “Frekuensi Perangkap Tikus” - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, March 12, 2013

    Keragaman Warna di Peluncuran Album “Frekuensi Perangkap Tikus”

    Oleh : Harun Kurnia



    Indonesia Corruption Watch(ICW) resmi meluncurkan sebuah album kompilasi sebagai bentuk perlawanan maraknya aksi korupsi di Indonesia ini. Acara launching digelar pada Kamis(7/3) malam dan tempat yang dipilih aksi gerakkan ini bertempat didaerah Kemang, Jakarta Selatan, tepatnya di Rolling Stone Cafe Indonesia. Enam musisi yang ada dalam kompilasi album“Frekuensi Perangkap Tikus” ikut meramaikan rilisnya album, yang penuh akan nilai sosial ini.

    Pada kisaran jam tujuh malam acara launching album “Frekuensi Perangkap Tikus” pun resmi dimulai, dengan pembukaan dari Koordinator ICW, Danang Widoyoko. Setelah memberikan pembukaan singkatnya, Master Of Ceremony, Melanie Subono langsung memanggilkan aktor pertama untuk memeriahkan acara tersebut. Iksan Skuter dengan segera mengayuh melodi folk nan dinamis dan memainkan single ‘Partai Anjing’ yang merupakan bagian dari kepingan album kompilasi tersebut. 

    Tak hanya sampai disitu, nuansa folk kembali tersaji pada penampil berikutnya. Harlan Boer lah yang menyuguhkan penampilan yang begitu menawan dengan sayatan violin dan petikkan gitar yang begitu indah. Suasana folk yang menawan tercipta dalam single nya ‘Suap-Suap’

    Setelah penampilan yang begitu tenang dan sederhana milik Harlan Boer. Penonton mulai dihentak dengan penampilan berikutnya, dari Simponi. Band yang berpersonilkan Rendy Ahmad, Berkah Gamulya, Rama Prayuda, Andru Steven mengajak serta Usman Hamid dan Hulman untuk bermain bersama pada kesempatan yang istemewa itu. ‘Vonis’ didaulat menjadi single pembuka pada penampilannya malam itu, tampak instrumen tradisional Angklung dimainkan pada awal lagu ini. Menginjak single berikutnya, ‘Sister In Danger’ menjadi nomor yang penuh dengan realitas keadaan di Indonesia. Lagu yang di dedikasikan untuk melawan aksi kekerasan dan juga pelecehan seksual yang marak terjadi dewasa ini. Setelah usai mengkampanyekan anti kekarasan dan pelecehan seksual melalui ‘Sister In Danger’, Simponi pun menutup penampilannya malam itu dengan single ‘We Are Singking’.
     
    Euforia kemeriahan launching album belum selesai, tersisa tiga band lagi yang akan silih berganti menghibur para penonton yang telah hadir. Penonton pun kembali disajikan lagu-lagu yang bertemakan nilai sosial dan kini giliran aksi Morfem yang memacu emosi para penonton untuk berlaku positif untuk melawan tindak pidana korupsi yang semakin “jadi” di negara ini. ‘Pilih Sidang Atau Berdamai’ menjadi single membuka penampilan mereka yang sangat emosional itu. Setelah usai melantunkan single untuk para pengumudi yang terkena tilang oleh pihak aparat, single ‘Sugali’ milik maestro Iwan Fals yang di aransemen begitu apiknya oleh Jimi cs pun dimainkan sebagai nomor berikutnya. Tak hanya sampai disitu,  Morfem berlanjut memainkan lagunya yang begitu menginspirasi agar kita terus bermimpi dimana pun kita berada. ‘Tidur Dimanapun, Bermimpi Kapanpun’ pun berhasil mengajak para penonton yang datang untuk bernyanyi bersama menyanyikan lagu tersebut. Penampilan yang sangat energik dari sang vokalis menjadi  ciri khas aksi panggungnya terus stabil hingga menutup penampilan mereka melalui single ‘Kami Bosan Jadi Negara Dunia Ketiga’

    Warna berikutnya yang disuguhkan kali ini bernuansa Hip Hop Hardcore, melalui Eyefeelsix. 'Insomnia Tingkat Tinggi' sebagai awalan penampilan mereka malam itu, dan berhasil membakar semangat para penonton yang telah datang. Beat yang dimainkan memanaskan acara, sebelum aksi yang lebih panas lagi. Hingga akhirnya Eyefeelsix pun, memainkan single 'Mimpi Basah Pembangkan Sipil" yang memuaskan para penonton yang telah hadir di acara launching album " Frekuensi Perangkap TIkus".

    Tingkat semangat para penonton sampai puncaknya. Ketika band asal Bali, Navicula mulai menghentak para penonton dengan single ‘Menghintung Mundur’ yang sebelumnya depan panggung terlihat tenang, seketika langsung dihentak oleh moshing para penonton. Lagu-lagu yang dimainkan semalam oleh Navicula merupakan lagu yang di request oleh para penonton pada saat itu. Alunan melodi gitar yang berat dan tabuh drum yang penuh energi berhasil membakar semangat seluruh penonton yang telah datang. Navicula pun menembak semangat penonton secara beruntun dengan single singlenya yang sarat akan nilai sosial.  ‘Everyone Goes To Heaven’, ‘Aku Bukan Mesin’, ‘Kalimati’, ‘Orangutan’, dan ‘Harimau’ ditembakkan secara bertubi-tubioleh Robi cs. Tempo lagu sedikit diturunkan menginjak single nya ‘Di Rimba’ yang membuat sedikit rileks sebelum menginjak single berikutnya yang akan memacu adrenaline kembali. Setelah releksasi dari ‘Di Rimba’, Single ‘Mafia Hukum’ pun akhirnya dimainkan oleh kawanan Grunge dari Bali. Lagu yang menceritakan hal yang sangat menjadi penyakit kronis di Indonesia ini baru saja di aplikasikan dalam bentuk video klip ini berhasil disambut oleh para penonton dengan moshing. Beberapa orang pun di ajak serta oleh Robi untuk bernyanyi bersama di atas panggung yang membuat panggung seketika tampak terlihat begitu ramai. Kemeriahan penampilan mereka ditutup dengan single ‘Metropolutan’ yang menggambarkan kota-kota besar, khususnya Jakarta.

    Kemeriahan dan keragaman warna musik berhasil disajikan dalam rangka peluncuran Album “Frekuensi Perangkap Tikus”. Gerakkan sosial seperti ini harus terus dipicu untuk menyadarkan kepada masyarakat Indonesia akan bahaya laten dari tindak pidana yang telah merambah di negara tercinta ini. Karena menurut survey terakhir di tahun 2012 membuktikan bahwa Indonesia menjadi negara terkorup di Asia Tenggara. Selamatkan negara kita dari tindak pidana yang telah menggerogoti negara tercinta ini. Jika membicarakan apa yang terdapat didalam album ini lebih baik lihat review albumnya disini.


    Photo Set Peluncuran Album “Frekuensi Perangkap Tikus” :















    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Keragaman Warna di Peluncuran Album “Frekuensi Perangkap Tikus” Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top