Various Artists - Frekuensi Perangkap Tikus - Three On Speed Various Artists - Frekuensi Perangkap Tikus - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Saturday, March 9, 2013

    Various Artists - Frekuensi Perangkap Tikus



    Senjakala millennia dengan kemeriahan dan hingar bingar sebuah kantin kampus sederhana di pinggiran kota. Ya, hari itu saya mendapat oleh-oleh dari seorang teman. Sebuah CD kompilasi anak negeri bergambar sebuah alat pencari frekuensi manual berbentuk pedalboard perangkap tikus, untuk memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia tanggal 9 Desember. Basi? Tidak pernah terbesit kata itu di pikiran saya, karena korupsi masih saja ada sampai saat ini. Beberapa lagunya sudah saya dengarkan sebelum saya mendapatkan rilisan fisiknya, kebetulan saya juga seorang aktivis yang jengah dengan keadaan negeri ini serta elite politiknya. Dan potongan bait disalah satu lagu yang ada di album itupun sudah saya teriakkan di beberapa kesempatan kala turun ke jalan.

    Tahun boleh berganti, tapi passion lagu lagu di album ini entah kenapa membuat saya selalu muak, kesal dan marah ketika mendengarnya. Entah karena lirik atau karena saya iri dengan warna musik yang mereka sajikan. Sederhana, mereka bukan dari kalangan yang sebagian orang mungkin mengenal mereka atau bahkan karya musik yang mereka ciptakan. Tapi dengan adanya album ini, mereka membuktikan bahwa mereka lebih jujur dan bertanggung jawab dalam membuat karya (tidak ada kepentingan dan muatan politik apapun).

    Album yang dalam pembuatannya melibatkan musisi indie lokal seperti : Harlan Boer, Navicula, Morfem, Zeke Khaseli, Adrian (Efek Rumah Kaca/Pandai Besi), Iksan Skuter, Risky Summerbee and The Honey Thief, Eyefeelsix , Morgue Vanguard, Simponi dan Sajama Cut ini juga bekerja sama dengan Indonesia Corruption Watch yang telah membuat anak-anak muda (seperti saya) menjadi sadar lingkungan sekitar. Tidak hanya mendengarkan musik sambil leha-leha akan tetapi memberikan kesadaran diri bahwa negara ini harus mendapat perhatian lebih dari warganya terlebih para pemudanya.

    Coba dengarkan track berjudul 'Suap Suap', 'Mafia Hukum' dan 'Partai Anjing'. Ini seperti gambaran realita Indonesia saat ini lewat sebuah lirik apik. Para musisi ini dengan berani menuliskan lirik begitu jujur, yang mebuat saya sebagai warga negara (ab)normal memberi penilaian dengan kata hebat. Bagaimana tidak hebat, ketika orang bercinta dihukum penjara, tapi koruptor masih saja duduk santai sembari terus mentertawai gosip artis yang salah gaul. Selain itu tentu saja, karena berani  jujur itu hebat! Namun lebih dari apa yang mereka katakan dalam lirik lagu mereka, yang bisa kita contoh dari mereka adalah ketidakmauan untuk menjadi korup.

    Naif memang jika kita berharap perubahan hanya dari musik. Tapi tunggu dulu, ingat Bob Dylan dengan lagu 'Blowin In The Wind'? salah satu lagu protes paling berpengaruh dimasanya. Atau  mungkin malah sepanjang masa? Coba tanya ayah anda. Mari bernostalgia kembali dengan buku sejarah anda, lalu baca lebih teliti, pada era Orde Baru apakah anda menemukan pahlawan dalam negeri  dengan nama Iwan Fals terselip di zaman itu? Dengan lagu berjudul 'Bongkar' dan 'Bento'? Oh, coba tanyakan lagi kepada ayah anda. Lalu sekitar tahun 1999, sebuah grup musik bernama Rage Against The Machine berhasil menciptakan keadaan luar biasa di kota Seattle demi melawan kekebalan sistem hanya melalui lagu 'Killing In The Name' yoh! Ini adalah beberapa contoh dimana musik bisa menjadi katarsis dan mampu menggerakkan masa secara liar dan ugal-ugalan. Jika saya salah, saya akan gantung diri di Monas! 

    -Galung Isya Nukasvianta Dewa
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Various Artists - Frekuensi Perangkap Tikus Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top