Ratusan Penonton Banjiri JAMS Edisi Ke 10 - Three On Speed Ratusan Penonton Banjiri JAMS Edisi Ke 10 - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, August 30, 2013

    Ratusan Penonton Banjiri JAMS Edisi Ke 10

    Teks dan Foto : Harun Kurnia


    Pada hari Sabtu(24/8) kemarin, Justice, Art, Music on Stage (JAMS) telah resmi digelar. Kini JAMS telah menginjak satu dekade sejak didirikan pada tahun 2003 silam. Edisi ke-10 ini, dilangsungkan di Galeri Komunitas Salihara, Jakarta. Para pengunjung tumpah ruah di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini. Pihak JAMS pun mengkonfirmasi melalui jejaring sosial twitternya,  jika tiket JAMS edisi ke 10 ini telah terjual habis. Ini semua diluar dari dugaan mereka, dimana pengunjung naik dua kali lipat dari JAMS sebelumnya.

    Pada gelaran JAMS kali ini, SORE, White Shoes and The Couple Company (WSTACC), The Experience Brothers, The Milo, Leonardo and His Impeccable Six, Dried Cassava, Polka Wars, Grace Sahertian, Backwood Sun, Vinfag di daulat sebagai pemicu kemeriahan di acara yang diadakan oleh para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

    Sebelum menyaksikan aksi para penampil utama, para penonton disajihkan oleh beberapa band Competition’s Winner, seperti Kief, Heast, dan Sandy And The Voodofriends, dan juga Water of Life.

    Akhirnya, seusai break Magrib, para penonton mulai memenuhi dan menyesaki kawasan Salihara. Grace Sahertian pun didaulat untuk menjadi penampil pertama pasca break magrib. Lagu-lagu seperti, ‘Goodman’, ‘Honestunes’, dan lagu  lainnya sukses membuat penonton terpukau akan penampilan sosok wanita berambut ikal ini. 

    Usai penampilan Grace, tak lama kemudian Polka Wars pun siap untuk menghibur para penonton yang telah hadir. Polka Wars sebelumnya juga telah menjadi penampil di JAMS edisi sebelumnya, dan ini merupakan penampilan ketiga kalinya mereka di acara tersebut. Kurang lebih hampir 30 menit, band asal Jakarta ini menghibur para penonton.

    Tak lama berselang, peralatan musik baru mulai disiapkan. Leonardo and His Impeccable Six pun menaikki main stage JAMS 2013. Leonardo Ringgo cs. menampilkan nomor-nomor andalannya seperti, ‘Built to Race’, ‘Swing n Jingle’, ‘Everybody's Blues’, ‘Gigolo’ dan nomor nomor lainnya yang diputarkan untuk menaklukan para penonton yang telah hadir di acara yang kini bertema Define the Ideas, Shout the Thoughts”. Lagu ‘Midnight Hooray’ pun didaulat sebagai tembang penutup aksi dari band yang berada di bawah naungan SRM.

    Setelah di ajak bergoyang oleh musik dari Leonardo and His Impeccable Six, penonton tak langsung di ajak bergoyang kembali. Penonton di ajak sedikit meregangkan otot dengan melihat fashion show dari model-model. Tak lama berselang set musik yang baru pun siap dimainkan, giliran Dried Cassava tampil menghentak para penonton yang telah hadir. Band asal selatan Jakarta ini membuka penampilan mereka dengan ‘Intro’ yang ciamik dan langsung dilanjutkan dengan nomor ‘Pig Nose’. Kurang lebih hampir sembilan lagu dimainkan oleh Dried Cassava, mereka pun  menutup penampilan mereka dengan nomor ‘Freefall’ yang langsung dilanjutkan dengan ‘Outro’ 

    Penampil berikutnya pun bersiap. Yah, The Milo pun menaikki stage. Band yang terbentuk yang 1996 silam ini berhasil menghujami telinga ratusan pengunjung yang telah datang memadati Salihara. Hampir satu jam penuh The Milo menghibur para penonton yang terus berdatanganan ke Salihara. Tidak hanya sampai disitu karena masih tersisa tiga pengisi acara yang siap meramaiakan gelaran JAMS pada malam itu.

    The Experience Brother lah di daulat untuk melanjutkan aksi dari The Milo. Dua saudara ini langsung menghentak dengan nomor, ‘Kiss My Ass’. Dilanjut dengan nomor-nomor seperti, ‘The Way I am’, ‘Your Name’,’ Stompbox’, ‘Smells Like Teen Spirit’, dan ‘Freedom Anthem’. Pada penampilan mereka malam itu terlihat juga paduan suara yang menambah warna berbeda dalam sajian musik mereka. Bram dan Daud pun menutup aksi rock mereka dengan alunan musik dari nomor ‘Little Ponny’.

    Dengan berakhirnya penampilan dari The Experience Brother, maka tinggal dua band yang tersisa untuk meramaikan Edisi ke 10 JAMS. White Shoes And The Couple Company melanjutkan kemeriahan yang terjadi malam itu. Mereka segera memulai penampilan mereka dengan nomor ‘Masa Remadja’. Band yang baru saja menggelar konser di Australia ini, melanjutkan penampilan mereka dengan melantunkan nomor-nomor seperti ‘Senja Menggila’, ‘Selangkah Ke Sebrang’, ‘Roman Ketiga’, ‘Tjangkurileung’, ‘Te o Redang’, ‘Tam-tam Buku’, dan ‘Matahari’. Sari Cs. berhasil menggoyangkan seisi Salihara dengan tembang-tembang yan menawan. Akhirnya, mereka pun harus menutup penampilan mereka dengan nomor, ‘Lembe-lembe’.

    Tibalah dipengujung acara, dan SORE lah yang didaulat untuk menjadi band penutup kemeriahan pada malam itu. Ade Paloh cs. tanpa ragu langsung menghujam telinga para penonton dengan nomor, ‘Musim Ujan’ dan langsung dilanjutkan dengan ‘Pergi Tanpa Pesan’. Penampilan yang ciamik dari mereka berhasil menghipnotis para penonton yang telah hadir malam itu. 

    Melodi-melodi yang sangat mendayu menawan berhasil menentramkan malam Minggu di Salihara saat itu. Tanpa terasa hampir sejam penuh SORE pun telah menghibur para penonton, mereka pun akhirnya berpamitan dengan nomor, ‘Sssst’. 

    Dengan penampilan dari SORE, maka usai sudah acara JAMS malam itu. Alunan melodi dari para pengisi utama berhasil memberikan senyum kepada pengunjung yang telah hadir dan menyaksikan para pengisi acara tersebut.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ratusan Penonton Banjiri JAMS Edisi Ke 10 Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top