Tutupnya Tempat Jajan Musik, Aquarius Mahakam - Three On Speed Tutupnya Tempat Jajan Musik, Aquarius Mahakam - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sunday, April 6, 2014

    Tutupnya Tempat Jajan Musik, Aquarius Mahakam

    Oleh: Harun Kurnia


    Sudah tiga bulan lamanya,  kini yang terlihat dari tempat jajan musik Aquarius Mahakam itu hanyalah lusuh, walau  label huruf Aquarius masih tetap tegar tersandar di dindingnya. Sebenanya kawasan ini cukup ramai dengan orang hilir mudik, dari teriknya sengatan sang matahari sampai dengan dipayungi teduhnya sinar bulan dimalam hari.

    Namun apa daya, Store yang terletak di Jalan Mahakam Jakarta Selatan ini secara seremonial ditutup pada penghujung tahun 2013. Sebenarnya, sinyal ini  sudah terlihat dari tutupnya store Aquarius di Surabaya dan juga  Bandung, serta Pondok Indah. Store yang telah menemani para pelanggannya selama 26 tahun  bisa dibilang salah satu tempat ‘jajan’ musik favorit dan menjadi kehilangan tersendiri bagi mereka yang mempunyai kenangan.

    Rasa kehilangan ini juga menyelimuti, Wendi Putranto, “Sangat sedih karena Aquarius Mahakam ini sudah buka selama lebih dari 26 tahun di Jakarta dan sudah banyak memberikan hiburan dan edukasi musik yang baik bagi beberapa generasi anak muda di Ibu Kota. Jasa-jasanya cukup besar,” ungkapnya.

    Wendi juga mengungkapkan sedikit mengapa Aquarius Mahakam ditutup, “Dari hasil wawancara saya dengan store manager Aquarius Mahakam setidaknya ada beberapa penyebab mereka tutup, di antaranya karena perkembangan teknologi, berubahnya pola konsumsi musik masyarakat dari format fisik ke digital sampai kompetisi dengan jenis hiburan lainnya, jaman dulu menurut dia orang kalo pengen rileks itu membeli CD/kaset ke Aquarius. Sekarang tidak lagi, layar televisi jauh lebih menarik,” ujar pria yang pernah menangani band The Upstairs.

    Walau tidak menimbulkan kiamat bagi musik industri Indonesia, namun bagi Wendi Aquarius Mahakam merupakan simbol bagaiamana sehatnya industri musik Indonesia.“Bisa dibilang Aquarius Mahakam itu adalah simbol sehatnya industri musik, kalo ternyata semaput juga artinya industri musik Indonesia sudah tidak sehat lagi.,”. Ungkap Editor Rolling Stone tersebut.

    Jangan Menunggu Datangnya Bola

    Perkembangan era digital yang tidak bisa dikontrol lagi lajunya dewasa ini, membuat para ‘perompak’ musik ilegal semakin jaya dan juga semakin punya banyak cara dalam menggandakan karya-karya para seniman ataupun musisi.  Ditambah lagi dengan berkembangnya era digital ini, entah mengapa sekarang ini hanya segelintir orang yang masih mau menjamah bentuk konvensional dibandingkan kemudahan dan kemuktahiran barang digital.

    Namun, kecanggihan era digital tidak dapat dijadikan kambing hitam atas tutupnya store-store tersebut. Para pemilik tempat jajan lah yang harus dapat mengatasi dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar, dan juga dapat melihat segala seting yang ada, agar tetap bertahan menjalan roda perusahaannya.

    Wendi pun memberikan usulannya agar hal ini tidak menimpa retail-retail musik di Indonesia lainnya  harus ada hal baru yang dapat ditawarkan kepada para konsumen, “Kalo boleh usul mungkin bisa bikin program yang lebih engage dengan para pelanggan mereka, entah dari menyediakan koleksi musik sesuai demand, memberikan potongan harga, membuat meet & greet dengan artis. Jangan hanya menunggu datangnya bola, tapi coba rebut hati mereka untuk berbelanja rekaman lagi,” ujarnya.

    Namun hal ini tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dan support dari semua pihak dari, seperti apa yang di ugnkapkan oleh David Karto, “Ya semua nya kembali ke dalam strategi dan pastinya butuh dukungan/support dari smua pihak,” ungkap pria yang merupakan salah satu pemilik dari retail musik Demajors.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tutupnya Tempat Jajan Musik, Aquarius Mahakam Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top