Cerita Dibalik Debut Album Footsteps Milik Vague - Three On Speed Cerita Dibalik Debut Album Footsteps Milik Vague - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, August 15, 2014

    Cerita Dibalik Debut Album Footsteps Milik Vague

    Vokalis Vague,Yudhistira, berbicara soal album perdana yang berjudul Footsteps. Mulai dari penggarapan, proses produksi hingga rencana tur mereka.
    Oleh : Harun Kurnia


    Bersiap dengan debut albumnya yang segera dirilis melalui Sonic Funeral. Vague harus menghadapi kendala yang tidak mereka duga. Trio yang beranggotakan Yudhistira, Gary Hostage, dan Januar Kristianto, harus sedikit menunda rilisnya album mereka yang bertajuk, Footsteps. 

    Namun, tidak salahnya jika kita menalaah sedikit mengenai album mereka. Tim Three On Speed berhasil berbincang di dunia maya bersama dengan salah satu personil dari Vague, Yudhistira. Berikut uraian interviewnya, mengenai album, hambatannya, sampai dengan tur mereka.

    Apa kabar nih Vague nya ?
    Haha baik. Ada kemunduran soal rilis album Footsteps, tapi selain itu baik.

    Jika di uraikan maka makna album tersebut ‘jejak’ apa yang kalian ingin tinggalkan? Jejak seperti apa nih ?
    Kita hanya pengen bikin musik sesuai yang kita suka aja sih, hehehe. Dan kalo ada teman-teman di luar sana yang suka juga, ya berkah itu namanya.

    Tanggapan postif hadir dari musisi mengenai singel kalian yang telah diluncurkan ‘Inadequate’, seseuai harapan kalian kan?
    Terus terang, kita juga gak tau harapannya waktu itu apa. Super nervous sih, waktu habis rilis. Untungnya,  so far positif respon-responnya.

    Respon apa yang paling berkesan bagi kalian?
    Hmm.. apa ya. Selain dari teman-teman deket sendiri, review dari website Australia, hhhhappy.com (HAPPY). Lumayan berkesan, karena itu muncul entah dari mana. Dia denger dari mana pun gw gak tau.

    Hahaha. Kesan memang datang tidak terduga. Apakah ada yang mencela juga?
    Yang mencela secara langsung ke depan muka sih gak ada, hahaha. Gw belum denger apapun yang enggak enak sih.

    Pas kalian rilis singel ‘Inadequate’, apakah kalian telah merampungkan segala materinya?
    Udah selesai dari beberapa bulan yang lalu, jadi kemarin tunggu produksi aja sebetulnya.

    Berarti tinggal bentuk kasar yah. Berarti kalian sudah tidak ada beban ya, untuk respon yang diberikan, “terima syukur nggak youwis”, begitukah?
    Haha. Betul! Namanya juga main musik buat sendiri, gak boleh ada rasa “entitlement”.

    Banyak orang mungkin menaruh ekspetasi yang sangat besar terhadap album kalian ini, termasuk saya. Maksimal kan, ya?
    Waduh. Jangan mas, nanti kecewa, hahaha. Yaa, kalau kita sebagai pelaku, liat kebelakang, pasti ada aja hal-hal yang kita pengen bisa kembangkan, tapi secara overall, mengingat terbatasnya sumber daya dan kondisi pada saat kemarin, kita puas sama hasilnya.

    Kalian keluarkan album di saat suasana Indonesia sedang dilanda segala macam isu baik agama maupun politik. Apa dalam album ini ada hal yang membahas hal ini?
    Ah, enggak sama sekali, hahaha. Pertama, memang lagu-lagu di album ini banyak yang umurnya lumayan tua, sudah 2 tahunan. Dan memang untuk album ini, sama seperti EP 2012 fokusnya melihat ke dalam, dan banyak pertanyaan mengenai pencarian jati diri dan cara melihat dunia dari kacamata sendiri. Agak-agak menyerempet spiritual juga kadang-kadang.

    Dimana letak puncak kepuasan yang bisa kalian ceritakan saat proses rekaman?
    Kalau pas rekaman, malah agak stress sebetulnya, haha. Dikejar waktu shift, cari waktu di antara jam kerja, sering salah-salah pas take, macam-macam lah. Tapi kepuasannya, pas dengar balik hasil rekaman kasar, terus lo bisa bilang ke diri sendiri, “Wah, boleh juga nih”, terus senyum-senyum sendiri.

    Saya bingung sistem kalian baru membuka album secara pre-order (PO). Apakah ini strategi kalian untuk membuat orang penasaran?
    Jadi pre-order itu, sebetulnya buat teman-teman yang memang pengen dapet albumnya begitu rilis, gitu aja, hehehe. Kemaren malah agak low-key kita pas PO, lupa bikin poster, hahaha. Jadi banyak yang gak tau. Tapi albumnya sama aja kok, sama yang rilisan official nanti.

    Okey, saya dengar sedikit terganggu masalah album ini. Wah.. sedikit diluar dugaan yah. Lalu bagaimana kalian mengatasi pihak yang sudah tidak sabar nih?
    Sangat di luar dugaan. Basically, vendor dan percetakannya agak teledor dan lepas kontrol, jadi kacau semua. Label pun mau gak mau mesti keluar uang lagi, dan ini waktu yang agak bikin stress buat kita dan label. Kita sudah bikin permintaan maaf secara publik dan kita akan rilis singel kedua dari album Footsteps, Jum’at(15/8) ini, sambil nunggu album yang molor.

    Berarti belum ada waktu pasti ya, takut blunder lagi kah?
    Hehe.. betul ! Nunggu yang pasti-pasti aja kali ini. Kita akan lebih atentif ke proses percetakan kali ini.

    Apa nih makna dari artwork-nya? Siapa sih pembuatnya?
    Jadi yang buat sleeve sama cover itu, Toro Elmar, gitarisnya Amukredam. Kalau booklet lirik yang buat Rega, yang buat covernya Sorra dan The Triangle.

    Kalau soal makna, itu intepretasi mereka aja sama lagu-lagu Vague. Paling kita kasih beberapa refrensi aja.

    Singkat kata apa yang ingin kalian ubah, setelah semuanya nanti selesai? Apakah ada kekecewaan dalam beberapa lagu atau hasilnya?
    Hahaha, penyesalan selalu datang terlambat dan gak bisa mengubah apa-apa. Mendingan legowo aja dan tingkatkan di yang berikut-berikutnya. Nggak nyindir Pilpres ya.
    Oh.. paling kitanya aja mas, kita dapat banyak pelajaran soal proses rekaman di studio. Next time, kita mesti bisa take dan mengatur sound sendiri lebih baik. Hasil audio yang bagus dimulai dari proses rekaman yang oke oleh pelakunya. Itu aja.

    Panggung pertama kalian setelah lebaran adalah bersama Polkawars. Apakah kalian telah menyiapkan seluruh materi Footsteps untuk dimainkan disana?
    Iyaa. Betul tanggal 14, pertama kali main post-lebaran. Oh enggak, Footsteps kan total 39 menit, cape juga mainin semua, hahaha. Nanti ada lagu lama dan lagu super baru juga, yang belum direkam.

    Wow.. segar bener yah! Unrelease track kah atau buat benih-benih album berikutnya?
    Buat rilisan split sama band Anoa Records tahun depan, silahkan tebak yang mana, hehehe.

    Ohh iyah.. rencananya kalian mau tur 3 kota di jalur Pantura yah? Persiapan apa nih, tiga hari, tiga tempat yang lumayan jauh jaraknya?
    Well. Vague cuma ikut dua kota terakhir (Cirebondan Pekalongan), karena Jumat masih pada kerja. Tidak ada persiapan khusus sih, paling bawa air dan bawa CD kalau sudah jadi.

    Sonic Funeral, best choice! Saya yakin bersama mereka kalian bisa menapakki ‘jejak-jejak’ diseluruh Indonesia dan luar negeri. Selamat!
    Ah.. Amin.. Amiin.. Terima kasih buat TOS! Semoga sukses juga!
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Cerita Dibalik Debut Album Footsteps Milik Vague Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top