Kembalinya "Rombongan Sirkus" Yogyakarta, Aurette And The Polska Seeking Carnival - Three On Speed Kembalinya "Rombongan Sirkus" Yogyakarta, Aurette And The Polska Seeking Carnival - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sunday, January 17, 2016

    Kembalinya "Rombongan Sirkus" Yogyakarta, Aurette And The Polska Seeking Carnival

    Mengusung tema Back to Wonderland dan mengajak Sisir Tanah untuk berkolaborasi. 
    Oleh: Albertus Gilang





    Aurette And The Polska Seeking Carnival, "rombongan sirkus" dari Yogyakarta ini akhirnya kembali. Pada 11 Desember 2015 lalu mereka mencoba mendirikan kembali pentas karnaval yang sempat dibubarkan dua tahun lalu. Carnivalse (sebutan untuk para penggemar AATPSC) diajak kembali untuk menghidupkan tenda sirkus yang sempat tertidur pulas penuh penyesalan.

    Pada malam itu, di bilangan Kaliurang, Yogyakarta tepatnya Matchamu Cafe, mereka melangsungkan sebuah pertunjukkan reuni sederhana. Reuni para rombongan sirkus asal Yogyakarta ini mengusung tema Back to Wonderland dan mengajak musisi folk asal Jogja, Sisir Tanah untuk berkolaborasi.

    Hujan malam itu tampak tak mau tertinggal untuk menyapa kembalinya para personil Orete. Acara yang dijadwalkan berlangsung pukul enam sore akhirnya terpaksa diundur untuk menyiapkan tenda dan peralatan sirkus. Sejumlah crew dibuat kerepotan dan bergerak mendirikan terpal untuk melindungi stage agar pertunjukkan karnavalnya bisa cepat dibuka.

    Tepat pukul 19.38 WIB, pentas karnaval bertajuk reuni itu dibuka. Para pengunjung semakin ramai memadati daerah pertunjukkan, walaupun di saat itu juga hujan tetap enggan pergi dan seolah ingin menyaksikan kembalinya tarian para sirkus.

    Pentas karnaval itu diawali oleh Sisir Tanah sebagai pembuka. Lagu Wajib dan Lagu Hidup menjadi lagu yang dimainkan oleh Danto dan Antonius Gupta. Petikan, lirik, dan suaranya seolah memaksa penonton larut dalam dinginnya hujan saat itu. “Yang wajib dari hujan adalah basah. Yang wajib dari basah adalah tanah.” Sepenggal lirik yang merepresentasikan para penonton untuk jatuh ke dalam lirik dan suasana, serta menggiring hujan yang tampak semakin deras mengguyur daerah pertunjukkan. Iringan musikalisasi Sisir Tanah mampu menyaduhkan suasana dengan dua lagu yang dibawakannya.

    Setelah itu giliran sang empunya acara, AATPSC yang menguasai panggung. ‘Seeking Carnival’ menjadi lagu yang dibawakan pertama kali untuk menyentil kembali ingatan dan atmosfer para penari sirkus ini. Suasana tampak semakin hidup dan senja juga tampak mulai menjungkal ke bumi dengan tarian rindu yang dibawakan para penari sirkus asal Jogja ini. “Apa kabar semua? Setelah 2 tahun..” ungkapan rindu Datu menyapa para Carnivalse di sela-sela pergantian lagu. Setelah itu, berderet lagu dibawakan oleh Datu dkk, seperti Letter to You, I Love You More Than Pizza, Lies In A Cup Of Cappucino, Someday Sometime dan lainnya.

    Penonton tampak menikmati jalannya pentas karnaval tersebut ditengah-tengah gerimis yang belum mau beranjak dari sekitaran pertunjukkan panggung. Iringan musik karnaval dan tarian para pemain sirkus seolah menutupi dan melepaskan rasa canggung di atas panggung yang sempat beberapa kali terjadi miss. Di setiap sela-sela pergantian lagu, Datu bercerita makna di beberapa lagu yang dibawakannya. Letter to You yang bercerita mengenai hubungan jarak jauh atau yang biasa disebut LDR, I Love You More Than Pizza yang ditulis saat masih di lembaga asing, kemudian lagu Tamasya yang diciptakan karena sulitnya mendapat waktu libur diantara para personel AATPSC.

    Pertunjukkan semakin menarik ketika mereka melakukan featuring dengan Danto pada lagu ke sembilan. Lagu ‘Desember’ milik Efek Rumah Kaca yang dimainkan begitu representatif, seolah menggambarkan romantisme antara hujan dan desember. Hal ini tentu menjadi kejutan manis bagi para penonton, dengan aransemen khas yang mereka bawakan.

    Lagu demi lagu pun dimainkan dan semakin menyemangatkan suasana panggung. Penampilan Aurelia Marsha yang begitu aktif dan energik juga menegaskan malam yang sudah terbasahi saat itu. Pada lagu ke dua belas Vespaphoria disenandungkan. Menurut Datu lagu ini sangat jarang dimainkan saat live karena sulit. “Tunggu ya, aku belajar dulu”, ungkap vokalis yang memiliki nama lengkap Dhima Christian Datu. Lagu yang dibawakan dalam tempo dan irama yang cepat tampak membuat para personel Orete melakukan misscomm. Datu sang vokalis dengan teliti memainkan accordion miliknya. Pengunjung pun  dibuat lupa diri dan terlempar dengan alunan musik yang sedikit ‘ska’ saat itu. Tarian musik yang dibawakan Orete mampu menarik para pengunjung untuk menggelengkan kepala dan menggerakan tubuh. 

    Para pengunjung pun tampak belum puas dengan penampilan Orete. Kalimat “we want more!” menjadi sasaran empuk yang dilemparkan untuk menghilangkan rasa kerinduan akan lagu-lagu para rombongan sirkus asal Yogyakarta ini. “Kita capek..” ungkap sang vokalis merespon balik. Hujan yang sudah sedikit reda enggan membuat Carnivalse untuk pulang. Hingga akhirnya mereka meladeni permintaan para pengunjung. Skill dan improvisasi solo para personel serta lagu penutup yang dibawakan seolah memberi tawa kesenangan para pengunjung di akhir pertunjukkan pentas karnaval sederhana bertajuk reuni ini.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kembalinya "Rombongan Sirkus" Yogyakarta, Aurette And The Polska Seeking Carnival Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top