Tame Impala, Perjalanan Haji Kaum Psychdelic - Three On Speed Tame Impala, Perjalanan Haji Kaum Psychdelic - Three On Speed

728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sunday, May 8, 2016

    Tame Impala, Perjalanan Haji Kaum Psychdelic

    Pukul 18.30 WIB berada di pelataran parkir Senayan bersama pemuda pemudi tiedye dan ikat kepala setengah sadar. Terlalu pagi tidak akan berlaku hari itu, mereka sudah mempersiapkan perjalanan spritual untuk menyambut penampilan nabi besar, Kevin Parker cs yang dijadwalkan pentas untuk kali kedua di ibu kota Jakarta.

    Kedatangan keduanya ini Tame Impala membawakan lebih banyak materi dibanding kehadiranya 2011 silam yang hanya bermodalkan debut mereka, Innerspeaker. Tiga album yang sudah disemati gengsi oleh Rolling Stone dan Grammy dirangkum menjadi 16 nomor dan 2 encore. Setlist yang sangat adil bagi pecinta fanatik masing-masing album karena  Innerspeaker, Lonerism, dan Currents diset saling melengkapi.

    Dibuka ontime oleh Barasuara, unit rock ibukota yang tengah naik daun. Meski dalam agenda yang padat hari itu, Iga Masardi cs tampil maksimal. Nomor-nomor andalan pada album Taifun seperti 'Api dan Lentera', dan 'Bahas Bahasa' berhasil memancing koor yang sekaligus menjadi penanda penonton tidak (lagi) peduli “mengapa Barasuara?” yang menjadi opening Tame Impala hari itu.

    Kemudian para crew yang berjubah laboraturium masuk mengambil alih panggung untuk mempersiapkan upacara spritual kaum psychdelic yang malam itu tercatat hingga 5000 orang. Meski tidak dengan panggung yang mewah dan megah, kualitas suara dan visualisasi digenjot ke batas maksimal.

    Setelah setengah jam lebih panggung telah siap. Sebuah titik besar hasil sorotan proyektor bervibrasi diiringi noise, kemudian “Intro” berkumandang yang mengubah titik tersebut menjadi efek visual berupa spektrum, garis, lingkaran dengan warna kontras dan saturasi tinggi. Disambung 'Let It Happen', sontak koor terjadi dinomor pembuka. Jingkrak tak terelakan, tubrukan kanan kiri menjadi berirama, Kevin Parker berhasil mengendarai 5000 jemaahnya dengan baik.

    Kemudian 'Mind Mischief' dan 'Why Won’t They Talk To Me?' menjadi mantra magis berikutnya yang menjadi penyambung dansa antara penonton yang sadar dan yang sudah login. Lalu, koor besar-besaran terjadi lagi pada nomor paling hit mereka 'The Less I Know The Better', semua bernyanyi, tidak ada yang tidak berjingkrak, meski malam itu cuaca sedang sangat gerah, hentakan tidak meredup sama sekali, semua larut.

    Keseruan malam itu terjadi bukan hanya karena aksi panggung Tame Impala, namun efek visualisasi dan lighting yang menakjubkan, serta ledakan confetti (yang juga disorot warna-warni lighting) menjadi gimmick dalam memori tiap orang malam itu. Ditutup 'Make Up Your Mind' dan 'Apocalypse Dream', Tame Impala pamit anti klimaks, seperti band pada umumnya yang sudah mempersiapkan encore dan diminta naik kembali, klise. Dan ya! hal itu terjadi, teriakan 'We Want More!' menggema disusul sing along penggalan lirik 'Feels Like We Only Go Backwards'.

    Dua lagu yang benar-benar menjadi penutup dibawakan, 'Feels Like We Only Go Backwards' dan 'New Person Same Old Mistake' menutup rangkaian tur Asia Tame Impala. Confetti menembakan peluru terakhirnya, Tame Impala berhasil menutup perjalanan spritual umatnya dengan mabrur.


    Teks oleh: Satria Kinayungan

    Foto : Doc. Kiosplay 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    threeonspeed.com/search/label/news

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tame Impala, Perjalanan Haji Kaum Psychdelic Rating: 5 Reviewed By: Three On speed
    Scroll to Top